Rabu, 23 Mei 2018

Litecoin Cryptocurrency Untuk Transaksi Atau Investasi


Pada belakangan ini sering kita dengar istilah bitcoin. Bitcoin merupakan salah satu jenis dari cryptocurrency yang ada di dunia ini litecoin juga termasuk kedalamnya. Mungkin masih banyak dari pembaca yang masih asing dengan salah satu jenis dari cryptocurrency yang satu ini . pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai litecoin apakah litecoin itu apakah aman berinvestasi menggunakan liteoin. Untuk itu mari kita simak penjelasan berikut ini.

Cryptocurrency terdiri dari 2 kata yaitu crypto yang artinya rahasia dan currency yang artinya uang. Secara sederhana kita bisa mengartikan cryptocurrency sebagai sebuah teknologi mata uang virtual yang mana menggunakan sistem kriptografi untuk mengamankan transaksinya. Tidak seperti mata uang yang setiap hari kita gunakan, cryptocurrency tidak punya bentuk fisik karena memang ada di dunia virtual dan berbentuk digital.

Litecoin merupakan salah satu dari berbagai jenis cryptocurrency Litecoin, diluncurkan pada tahun 2011. Cryptocurrency ini diciptakan oleh Charlie Lee, seorang lulusan MIT dan mantan engineer Google. Litecoin didasarkan pada jaringan pembayaran global open source yang tidak dikendalikan oleh otoritas pusat manapun dan menggunakan “scrypt” sebagai bukti kerja, yang dapat diterjemahkan dengan bantuan CPU kelas konsumen. Meskipun Litecoin seperti Bitcoin dalam banyak hal, namun memiliki tingkat pembangkitan blok yang lebih cepat dan karenanya menawarkan konfirmasi transaksi lebih cepat. Selain pengembang, ada sejumlah pedagang yang menerima Litecoin. Nilai total Litecoin saat ini sekitar $ 2,1 miliar.

Mungkin setelah anda melihat berbagai penjelasan di atas anda akan bertanya apakah aman jika kita berinvestasi menggunakan litecoin . menurut dari pegamatan saya jika digunakan untuk berinvestasi jawabanya adalah kurang meyakinkan (tidak disarankan) dalam hal ini dapat kita lihat dari perkembangan harga satu koin dari litecoin tersebut dalam satu hari saja fluktuasinya sudah tidak dapat di perkirakan hanya dalam beberapa jam harga koin tersebut dapat anjlok atau melonjak sangat tinggi ini tentu akan sangat beresiko jika orang orang awam yang baru ingin mencoba berkecimpung dalam bisnis investasi 

 


Selain itu tidak adanya pengawasan dari badan pengawas pemerintah seperti OJK dan Bank Indonesia serta faktor keamanan akan pencurian oleh hacker hacker  juga menjadi salah satu faktor yang perlu di pertimbangkan jika anda ingin ikut berkecimpung dalam investasi tersebut 

Akan tetapu jika di gunakan untuk motif transaksi maka saya akan menjawab ya jika menggunakan litecoin atau cryptocurrency lainnya keamanan akan terjadinya pemalsuan uang dapat di minimalisir atau bahkan dihilangkan hal ini dikarenakan litecoin merupakan mata uang virtual berbeda dengan rupiah yang memiliki wujud sehingga mudah untuk ditiru atau dipalsukan. Dengan menggunakan litecoin jga dapat terhindar dari inflasi mata uang ini tidak akan terpengaruh akan adanya kebijakan politik hal ini dikarenakan litecoin berdiri secara independen merupakan mata uang yang berdiri sendiri tanpa campur tangan dari pihak lain  selain itu litecoin dapat digunakan di negara manapun tidak terpaku pada satu negara ini akan sangat memudahkan anda dalam bertransaksi dengan orang orang dari berbagai negara

Kesimpulan dari pembicaraan di atas adalah litecoin merupakan salah satu dari cryptocurrency yang ada di dunia yang saat ini menempati peringkat enam besar cryptocurrency terpopuler di dunia . berdasarkan pendapat saya jika litecoin digunakan untuk motif berinvestasi sangat tidak dianjurkan selain karena harga fluktuasinya yang tidak dapat diperkirakan, tidak adanya pengawasan dari badan milik pemerintah juga menjadi salah satu faktor akan tetapi jika digunakan untuk motif bertransaksi saya rasa ini dapat menjadi salah satu pilihan yang dapat di pertimbangkan dikarenakan kemudahan dan keamanan akan keaslian mata uang tersebut.
 



Referensi

coingecko (2018) Harga Litecoin [Online] Available From: https://www.coingecko.com/id/grafik_harga/litecoin/idr [Accesed 23 May 2018]


Coinmarketcap (2018) Top 100 Cryptocurrencies by Market Capitalization [Online] Available From: https://coinmarketcap.com/ [Accesed 23 May 2018]

Dewaweb (2018) Panduan Lengkap Bitcoin Dan Mata Uang Digital Lainnya [Online] Available From: https://www.dewaweb.com/blog/bitcoin-mata-uang-digital-cryptocurrency/  [Accesed 23 May 2018]


Mas Tekno (2018) [Online] Pengertian Jenis Cryptocurrency Available From: https://www.mastekno.com/pengertian-jenis-cryptocurrency-terbaik/ [Accesed 23 May 2018]

Cara Investasi Bisnis (2018) [Online] 9 Kelemahan dan Kelebihan Bitcoin Yang Perlu Dikrtahui Available From: https://carainvestasibisnis.com/9-kelebihan-dan-kelemahan-bitcoin-yang-wajib-diketahui/ [Accesed 23 May 2018]
 


Sabtu, 21 April 2018

Jumlah Utang Indonesia Rp 4800 Triliun Masih Wajar Atau Tidak ? Ini Analisisnya


Selama pemerintahan era Jokowi memang dapat kita ketahui bahwa peningkatan hutang memang cukup banyak . dari yang pada awalnya sebelum pelantikan Bapak Presiden kita saat ini Bapak Jokowi hutang indonesia terhadapa luar negeri sebesar Rp 2700 triliun dan sekarang setelah pelantikan hutang Indonesia telah mencapai di angka Rp 3700 triliun pada tahun 2017 naik sebesar 1000 triliun sememtara pada tanggal 12 maret 2018 kemarin hutang luar negri indonesia telah mencapai di angka Rp 4800 triliun (kurs Rp 13.769). mungkin anda berfikir untuk apa hutang sampai sebanyak itu ? nah disini saya akan memaparkan apa saja yang telah di lakukan oleh pemerintahan kita dan bagaimana dampak kedepannya.

Dalam tiga tahun memeimpin Indonesia Persiden Jokowi telah mampu membangun 2.623 km jalan aspal sebagian besar di Papua ,Perbatasan Kalimantan ,dan Nusa Tenggara Timur lebih dari 560 km jalan tol lebih dari 25000 meter jambatan sejumlah bandar udara proyek LRT jabodetabek dan palembang serta tidak ketinggalan MRT lalu dari mana uang untuk membangun semua yang telah di sebutkan di atas . jawabannya tentu saja dari hutang hutang luar negeri yang telah dilakukan oleh indonesia beberapa tahun terahkir karena jika pembiayaan di lakukan dengan APBN maka tidak akan cukup untuk menutup pembiayaan pembangunan tersebut sehingga pemerintah mencari jalan keluar lain yaitu dengan menarik investasi dari luar negeri.

Menurut saya dalam era kepeminpinanya bapak Jokowi lebih menekankan kebijakannya kepada kebijakan ekonomi fiskal ketimbang kebijakan ekonomi moneter dengan kebijakan fiskal pemerintah dapat mempengaruhi tingkat pendapatan nasional dapat mempengaruhi kesempatan kerja dapat mempengaruhi tinggirendahnya investasi nasional serta mempengaruhi distribusi pendapatan nasional

Kebijakan fiskal ini diwujudkan dengan dibangunnya beberapa infrastruktur yang bertujuan untuk memperbaiki serta memajukan daerah daerah yang tertinggal agar pemerataan distribusi dari seriap daerah sama . jika dilihat dari jumlah hutang dengan pembangunan yang saat ini tengah gencar dilakukan oleh pemerintah indonesia saya rasa itu sangat lah baik jangan kita lihat pada saat ini akan tetapi kedepannya  jika distribusi pendapatan telah merata maka kemungkinan untuk negara asing ingin berinvestasi di indonesia akan semakin lebar dengan semakin banyaknya investasi dari negara asing maka akan ikut mempengaruhi tinggkat pendapatan nasional negara . yang perlu menjadi perhatian dari era pemerintahan saat ini adalah hutang luar negeri yang dilakukan oleh pihak swasta tentu saja tidak semua hutang tersebut milik nasional sebesar 49% dari hutang tersebut merupakan hutang dari pihak swasta ini perlu di waspadai oleh pemerintahan kita saat ini karena dapat berpotensi menjadi krisis ekonomi lagi tentu saja kita tidak ingin kejadian pada tahun 1998-1997 terulang kembali bukan ? ini perlu perhatian utama saat ini karena hutang luar negeri swasta ini tidak dapat di kontrol pemerintah khususnya pada perusahaan yang tidak dapat melakukan hedging .

Jadi kesimpulan dari pembicaraan di atas adalah keputusan bapak Presiden kita dengan cukup banyak menerima hutang luar negeri cukup lah bijak karena hutang tersebut dilakukan untuk melakukan kebijakan fiskal k yaitu dengan melakukan pembangunan secara besar besaran ketimbang kebijakan moneter memang hasil dari kebijakan fiskal tidak bisa langsung dilihat seperti kabijakan moneter (menstabilkan harga) akan tetapi butuh beberapa tahun untuk merasakannya.

Referensi
BBC (2018) Utang Luar Negeri Indonesia Rp 4800 Triliun : Lima hal Yang Perlu Anda Ketahui [Online] Available From: http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43373257 [Accesed :12 April 2018]
Tribunnews (2018) Berapa Sebenarnya Jumlah Utang Indonesia? Berikut Penjelasan dari Kementerian Keuangan [Online] Available From : http://aceh.tribunnews.com/2018/03/29/berapa-sebenarnya-jumlah-utang-indonesia-berikut-penjelasan-dari-kementerian-keuangan [Accesed : 17 April 2018]